Anggota ISIS asal Perancis itu dikaitkan dengan sejumlah aksi teror di Eropa termasuk pembunuhan polisi dan istrinya di dekat Paris, dan pembunuhan pastor di Normandia. Dalam video itu, Rachid memuji aksi di Nice dan mengancam akan menggelar lebih banyak aksi teror di Perancis. Saat tinggal di Perancis, Rachid berada di bawah pengawasan ketat karena pandangan-pandangannya yang radikal. "Saya berpikir soal menyerang Perancis saat saya masih berada di sana, dan keluarga saya menjadi ketakutan," kata dia. Itulah salah satu hal menyedihkan saat saya harus pergi ke Suriah," lanjut dia.
Source: Kompas November 20, 2016 10:20 UTC