REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi pada Senin (6/4/2026) memperingatkan serangan baru-baru ini di dekat Pembangkit Listrik Tenaga nuklir Bushehr (BNPP) Iran, dapat menyebabkan kecelakaan radiasi serius. Grossi mendesak agar serangan terhadap PLTN dan sekitarnya itu segera dihentikan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (4/4/2026) mengatakan, dampak radioaktif dari serangan terhadap PLTN Bushehr akan menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk Persia, bukan di Teheran. Israel dan AS telah mengebom pembangkit Bushehr kami empat kali. Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), bukan Teheran," kata Araghchi di platform X.Sebelumnya, AEOI melaporkan ada tiga serangan di PLTN Bushehr pada tanggal 17, 24, dan 27 Maret.
Source: Republika April 07, 2026 01:33 UTC