Wakil Presiden BNI Wilayah Kalimantan, Muhammad Jufri, mengatakan sektor ini dianggap sebagai industri yang memiliki resiko tinggi. Selama 2016 lalu, Jufri mengaku menyalurkan kredit UMKM di wilayah Kalimantan sebesar Rp 1,4 triliun. BNI secara keseluruhan menyalurkan total kredit mencapai Rp 3 triliun di Kalimantan. Jufri menyebutkan tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) BNI Kalimantan di bawah angka 2 persen. “Data kami di Banjar Baru, Kalimantan Selatan saja terdapat 10 ribu pelaku UMKM yang potensial sebagai nasabah kredit BNI,” paparnya.
Source: Koran Tempo January 15, 2017 03:50 UTC