Yakni, residential, ritel, office, health, industrial, hotel, dan education. Masing-masing diproyeksikan menyumbang Rp 56 triliun dan Rp 50 triliun,” tuturnya. Tahun depan kami rasa akan makin banyak konstruksi hunian berbasis TOD karena memudahkan masyarakat,” ucapnya. Jadi, tidak sedikit produsen yang ingin mengambil keuntungan dari pasar domestik sehingga mereka rela membangun pabrik sendiri. Berdasar data yang dimiliki, kategori konstruksi ritel tahun depan akan turun 2,25 persen.
Source: Jawa Pos January 02, 2020 16:52 UTC