JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (Aperssi) Ibnu Tadji mengaku kesulitan memperoleh data tentang perkembangan rumah susun (rusun) atau apartemen di Jakarta. Seharusnya Aperssi memiliki data tentang bagaimana tingkat hunian rusun, profil penghuninya, hingga fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. Namun, sebaliknya Aperssi tidak memegang data seperti itu lantaran tidak adanya transparansi dari pengelola rusun. "Kalau data itu dikeluarkan pengelola maka bisa digunakan untuk bersatu, berkumpul, lalu kemudian melawan pengembang," ujar Ibnu kepada Kompas.com, Kamis (19/1/2017). Bahkan, lanjut Ibnu, instansi pemerintah pun tak memiliki data terkait hal tersebut sehingga itu hanya menjadi konsumsi atau penguasaan pengelola rusun saja.
Source: Kompas January 20, 2017 00:04 UTC