Ribuan orang di Yerevan memperingati para tentara yang tewas dalam konflik enam pekanREPUBLIKA.CO.ID, YEREVAN -- Ribuan orang Armenia berbaris melalui ibu kota Yerevan untuk memperingati para tentara yang tewas dalam konflik enam pekan di wilayah Nagorno-Karabakh di mana Azerbaijan memperoleh keuntungan teritorial yang signifikan. Konflik dan kematian di pihak Armenia telah meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk mengundurkan diri. Namun setelah perang dengan Azerbaijan, banyak yang sekarang mengatakan Pashinyan telah mengkhianati kepentingan Armenia. Sejumlah tokoh masyarakat termasuk kepala Gereja Apostolik Armenia yang berpengaruh, Catholicos Garegin, telah menyerukan pengunduran diri Pashinyan. Lebih dari 5.000 orang termasuk warga sipil tewas dalam pertempuran antara bekas saingan Soviet, yang juga berperang pada tahun 1990-an di wilayah pegunungan.
Source: Republika December 20, 2020 06:33 UTC