JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mempertanyakan dukungan PPP hasil muktamar Jakarta yang dipimpin oleh Humphrey Djemat kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Yang disebut PPP Muktamar Jakarta itu sudah bubar, karena yang menyatakan diri sebagai Ketua Umumnya, yakni Djan Faridz, sudah mundur," ujar Arsul kepada Kompas.com, Kamis (29/11/2018). Baca juga: PPP Hasil Muktamar Jakarta Deklarasi Dukungan untuk Prabowo-SandiagaKompas.com/Rakhmat Nur Hakim Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018) Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018)Selain itu, lanjut Arsul, sejumlah petinggi PPP hasil muktamar Jakarta juga sudah mengikuti jejak Djan Faridz. Baca juga: Dapat Dukungan dari PPP Muktamar Jakarta, Ini Kata PrabowoKetua umum PPP hasil muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengatakan, deklarasi dukungan tersebut merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada 15 hingga 16 November 2018 lalu. Menurut dia, PPP hasil muktamar Jakarta juga memiliki visi untuk mensejahterakan umat, khususnya konstituen PPP dan umat Islam.
Source: Kompas November 29, 2018 04:18 UTC