REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pakar iklim Universitas Gadjah Mada (UGM), Emilya Nurjani mengatakan, fenomena seperti awan pusaran angin di atas gunung-gunung Pulau Jawa baru-baru ini merupakan jenis lenticularis. Ia menilai, awan lenticularis merupakan fenomena biasa, yang sering muncul atau terbentuk di daerah-daerah pegunungan atau gunung maupun perbukitan atau bukit. Tapi, awan jenis lenticularis terbentuk di sisi bawah angin atau di sisi belakang lereng (leeward). "Dari permukaan, awan terlihat tidak bergerak saat udara mengalir dan lapisan pembentuk awan terlalu kering, sehingga lenticular akan terbentuk satu di atas yang lain. "Kemunculan awan lenticularis ini biasanya akan menimbulkan hujan, tapi intensitas tidak tinggi karena dasarnya uap air sudah jatuh sebagai hujan di sisi windward," kata Emilya.
Source: Republika November 06, 2020 08:37 UTC