Tempo/Ghoida RahmahTEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengatakan lembaganya memprediksi neraca perdagangan pada Agustus lalu mengalami surplus. "Makanya surplus di neraca perdagangan akan terus berlanjut," kata dia. Namun, Mirza menuturkan dibanding neraca perdagangan, BI lebih berfokus pada defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit) atau neraca ekspor impor barang dan jasa. Hal ini dipandang BI sebagai tindakan positif karena dampaknya yang terlihat nyata, yaitu dari stabilitas perekonomian Indonesia yang terjaga. Sedangkan secara kumulatif, sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, neraca perdagangan masih surplus US$ 4,17 miliar.
Source: Koran Tempo September 12, 2016 06:33 UTC