REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Moody’s Ratings mengubah outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, dan mempertahankan sovereign credit rating Baa2. Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai outlook tersebut tidak menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia lemah. BI menilai, pernyataan Moody's mengafirmasi rating Indonesia pada Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kuat. Sementara itu, BI memandang, revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody's akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian. Moody's menilai, defisit fiskal diperkirakan tetap akan berada di bawah 3 persen dari PDB, sementara kebijakan moneter dipandang akan terus mendukung stabilitas inflasi.
Source: Republika February 06, 2026 01:30 UTC