“Sejauh ini, kasus ini masih belum menjadi perhatian. TEMPO/Imam SukamtoTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan kasus temuan vaksin palsu dinilai belum cukup masif untuk menjadi perhatian lembaganya. Sutiyoso berujar, penanganan kasus vaksin palsu menjadi ranah kepolisian. Ada lima jenis vaksin palsu yang beredar, yaitu Tubercullin, Pediacel, Tripacel, Harfix, dan Biosef. Nila berujar, vaksin palsu yang sudah diteliti mengandung cairan infus dan antibiotin gentamisin.
Source: Koran Tempo June 25, 2016 03:22 UTC