Peserta BP Jamsostek menunjukkan kelengkapan persyaraytan kepada petugas pelayanan BP Jamsostek secara daring di kantor Cabang BP Jamsostek Menara Mulia, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020. BP Jamsostek telah menerapkan protokol pelayanan secara daring dan tanpa pertemuan secara fisik, hingga 10 Juni 2020 pengajuan klaim mengalami peningkatan yang mencapai lebih dari 922.000 kasus dengan nilai Rp 11,9 triliun. Tempo/Tony HartawanTEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PPP Anas Thahir mempertanyakan data pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek belum sesuai dengan jumlah tenaga kerja di Indonesia. "Saya melihat ada 131,03 juta, sementara yang menjadi peserta BP Jamsostek baru 49,73 juta. Anggota dewan dari Dapil III Jawa Timur ini meminta kepada BP Jamsostek untuk lebih aktif lagi menjemput bola agar data pekerja sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Source: Koran Tempo August 26, 2020 13:07 UTC