REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda serangan terhadap fasilitas listrik di Iran untuk jangka waktu seminggu. Sebelum pernyataan terbaru trump, Iran mengeluarkan ultimatum terbaru pada Senin berisi ancaman akan menyerang pembangkit listrik Timur Tengah yang menggerakkan pangkalan militer Amerika. Serangan itu akan mereka lakukan jika Trump menjalankan gertakannya akan menyerang fasilitas pembanglit Iran jika selat Hormuz tak dibuka. Pernyataan dari Garda Revolusi Iran menandai upaya terbaru Teheran untuk mencoba menjelaskan serangannya terhadap negara-negara Teluk Arab. Setelah Iran mengancam pembangkit listrik di Timur Tengah, outlet berita menerbitkan daftar fasilitas tersebut, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab.
Source: Republika March 23, 2026 15:14 UTC