Azrul menilai, penentuan awal bulan hijriah merupakan wilayah ijtihad yang sejak lama membuka ruang perbedaan di kalangan ulama. Azrul menjelaskan bahwa metode hisab wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah merupakan hasil ijtihad kolektif berbasis dalil dan pendekatan astronomi modern. Lebih jauh, ia menekankan bahwa metode hisab bukanlah sesuatu yang asing dalam praktik ibadah umat Islam sehari-hari. Menurutnya, ketaatan kepada negara dan penghormatan terhadap perbedaan ijtihad seharusnya dapat berjalan beriringan. Tapi pada saat yang sama, kita juga harus menghormati perbedaan ijtihad yang memang memiliki dasar keilmuan,” jelasnya.
Source: Republika March 23, 2026 16:51 UTC