Padahal, sebelumya Erick optimistis tahun depan akan lebih baik dengan menyetorkan dividen yang lebih tinggi daripada tahun ini. Adapun tahun ini, BUMN menyetorkan dividen Rp 43 triliun. Erick memperkirakan, tahun depan hanya dapat menyetorkan dividen sebesar 25 persen dari tahun ini atau sekitar Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun. “Dengan adanya Covid-19 ini kalau bisa 25 persen tahun ini kira-kira Rp 10 triliun-15 triliun,” ujarnya dalam acara webinar, Kamis (2/7) malam. Profit mereka tahun kemarin (2019) Rp 2,5 triliun,” ucapnya.
Source: Jawa Pos July 03, 2020 09:30 UTC