Waktu itu dia melihat banyak warga kampung pinggiran kota yang tidak bisa baca tulis karena tidak mengenyam pendidikan. Tidak tanggung-tanggung, agar kampung yang didatangi tidak bosan, Harris membuat 10 kostum dengan dana pribadi. Untuk kemampuan satu itu, Harris tidak perlu diragukan. Tidak hanya unik, pada setiap kesempatan menyambangi kampung, Harris hampir selalu melakukan tradisi jalan kaki dan sepeda pancaluntuk mencapai lokasi. Dia percaya, dengan pendekatan dan tidak menjaga jarak dengan kaum papa, pendidikan akan merata dan otomatis kualitas sumber daya manusia (SDM) makin baik.
Source: Jawa Pos January 31, 2017 14:08 UTC