Sumber: ReutersTEMPO.CO, Jakarta - Bangladesh menjanjikan tindakan tegas terhadap para pembunuh Mohib Ullah, pemimpin masyarakat Rohingya di kamp pengungsian Cox's Bazar. Mohib Ullah, yang berusia 40-an, dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata di kamp pengunsian di wilayah Bangladesh, Rabu malam, 29 September 2021. Dalam sebuah pernyataan Momen mengatakan bahwa kepentingan pribadi berada di balik pembunuhan itu karena Mohib Ullah ingin kembali ke Myanmar. "Para pembunuh Mohib Ullah harus diseret ke pengadilan." Mohib Ullah dikenal sebagai seorang moderat yang mengadvokasi pengungsi Rohingya untuk kembali ke Myanmar dan memperjuangkan hak-hak mereka yang tertindas selama puluhan tahun.
Source: Koran Tempo October 03, 2021 01:07 UTC