Upaya pemulangan Rohingya sebelumnya gagal karena masalah keamanan. REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Kepala negara Bangladesh dan India sepakat untuk mempercepat pemulangan pengungsi Muslim Rohingya dengan aman, cepat, dan berkelanjutan ke negara asal di negara bagian Rakhine State, Myanmar. Sebelumnya, beberapa upaya pemulangan Rohingya ke Myanmar dari Bangladesh gagal karena perwakilan Rohingya mengakui tidak mendapatkan hak, jaminan keselamatan, dan permukiman di tempat-tempat asli mereka di Rakhine sehingga membuat mereka enggan kembali ke Myanmar. Menurut Amnesty International, lebih dari 750 ribu pengungsi Rohingya, yang kebanyakan perempuan dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh. Lebih dari 34 ribu Muslim Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114 ribu lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang tak Terungkap."
Source: Republika October 06, 2019 09:00 UTC