Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah-tengah kemajuan teknologi informasi, fenomena kelompok "Mama Muda" saat ini menjadi sebuah tren di kalangan ibu-ibu rumah tangga modern di usia 20-40an di sejumlah kota besar di Indonesia. Keberadaan "Mama Muda" yang ada saat ini tidak terlepas dari kondisi agen, struktur sosial, dan budaya yang menciptakan solidaritas di tengah komunitas mereka dalam memanfaatkan waktu luang di saat menunggu anak mereka yang masih duduk di bangku PAUD hingga sekolah dasar. "Penelitian ini saya lakukan selama empat tahun terakhir sejak 2015 lalu dengan menemui dan wawancara terhadap mama muda yang mengantar jemput anak mereka di sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Semarang," tambah wanita yang akrab dipanggil Rhere itu. Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Pinckey Triputra menyebutkan konsep morfogenesis yang digunakan dalam fenomena mama muda pertama kali diperkenalkan oleh Margareth Archer. "Mama muda ini memang sedang menjadi tren di kota besar.
Source: Suara Pembaruan October 06, 2019 08:48 UTC