TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri, Mahathir Mohamad, resmi membatalkan dua proyek besar senilai US$ 22 miliar yang dibiayai perusahaan asal Cina. Pernyataan ini dilansir dari dilansir dari The New York Times, Jumat, 24 Agustus 2018. Sementara jalur sutra laut membentang dari Cina daratn menuju Laut Cina Selatan, India, hingga Afrika. Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, mencontohkan proyek pelabuhan laut di Sri Lanka yang juga dibiayai oleh perusahaan Cina. "Kami tidak ingin seperti Sri Lanka, yang tidak mampu membayar utang dan akhirnya proyek itu diambil alih oleh Cina," ujarnya.
Source: Koran Tempo August 24, 2018 07:41 UTC