ANTARA FOTO/Mohammad AyudhaTEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu terus mengingatkan peserta Pilkada 2020 untuk menghindari penggunaan metode kampanye tatap muka dan beralih pada metode dalam jaringan di sisa dua minggu terakhir tahapan kampanye. Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengingatkan hal tersebut demi menghindari potensi klaster penyebaran Covid-19 di Pilkada 2020. Bawaslu menegaskan jika kemudian penggunaan metode tatap muka memang tidak bisa dihindari, maka protokol kesehatan yang sangat ketat harus benar-benar diterapkan. Afifuddin menjelaskan fenomena kampanye tatap muka masih menjadi hal yang disukai oleh para kandidat. Catatan Bawaslu data kampanye tatap muka 15-24 November 2020 terdapat sebanyak 18.025 penyelenggaraan.
Source: Koran Tempo November 25, 2020 11:15 UTC