Itu dinobatkan untuk turis berkulit putih alias bule-bule yang menjadi peminta-minta di pinggir jalan. Beberapa melihat fenomena ini aneh, tetapi ada juga yang tidak suka dan menyebut mereka tukang mimpi. Ada yang butuh uang untuk beli tiket pulang, ada yang ingin melanjutkan perjalanan tetapi kehabisan uang, atau ada juga yang benar-benar tidak punya uang sesen pun untuk makan. Dan, bila memang ada pedagang asongan atau pengamen, mereka biasanya ada di pusat kota dan bukan di dekat stasiun, atau berada di kawasan menengah atas. Tetapi, ada juga yang menilai Asia adalah taman bermain.
Source: Jawa Pos April 12, 2017 10:18 UTC