Gadang menilai banyaknya Orangutan yang masuk pusat rehabilitasi dan reintroduksi, menunjukkan belum optimalnya upaya mengurangi konflik Orangutan. "Masih terdapat kelemahan dalam pusat rehabilitasi, dan hal ini mempengaruhi keberhasilan pascapelepasliaran dan berimplikasi pada hasil penelitian," ujar Gadang dalam acara Press Tour Pusat Penelitian Orangutan di Samboja, beberapa waktu lalu. Inisiasi penelitian Orangutan di PPO dilatarbelakangi oleh kondisi normal Orangutan, yang akan mendampingi anaknya sampai usia kurang lebih 8 tahun. Saat ini, terdapat enam individu Orangutan di Pusat ini, yang dinamakan Robin, Amalia, Eska, Tegar, Cantik, dan Gonda. Kepala BLI KLHK, Henry Bastaman yang turut hadir di acara ini berharap PPO tidak hanya dapat meningkatkan keberhasilan pascapelepasliaran Orangutan di alam liar.
Source: Republika October 06, 2017 16:52 UTC