REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Setidaknya 31 orang terluka akibat tembakan tentara Israel dalam unjuk rasa warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, Kamis (7/12). Insiden itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebaga ibu kota Israel. Di kota-kota Tepi Barat, yaitu Hebron dan Al-Bireh, ribuan pengunjuk rasa menggaungkan kata-kata "Yerusalem adalah ibu kota Negara Palestina". Di Jalur Gaza, puluhan penentang berkumpul di pagar perbatasan dengan Israel dan melempari tentara di seberang mereka dengan batu. Sementara Palestina telah berencana untuk menjadikan bagian timur kota itu sebagai ibu kota negaranya kelak.
Source: Republika December 07, 2017 23:15 UTC