Para ilmuwan meneliti mengenai potensi botox jadi obat depresiREPUBLIKA.CO.ID, SAN DIEGO – Meskipun lebih dikenal sebagai perawatan kecantikan yang digunakan untuk mengurangi dan mencegah keriput, botox ternyata berpotensi menjadi obat depresi. Botox atau botulinum toxin (racun botulinum) adalah protein neurotoksin yang dihasilkan oleh bakteri clostridium botulinum atau yang terkait. Laporan yang digunakan dalam penelitian ini tidak dikumpulkan dengan tujuan menyelidiki hubungan antara botox dan depresi, tetapi mengkaji pengalaman seseorang setelah perawatan Botox. Namun setelah dikaji, peneliti menemukan ada kaitannya botox dengan depresi. Uji klinis juga sedang dilakukan untuk menguji suntikan botox dahi sebagai pengobatan potensial untuk depresi.
Source: Republika July 31, 2020 20:15 UTC