Lokasi gedung sekolah di tengah permukiman merupakan suatu hal biasa. Di antara batu-batu nisan itu, siswa sekolah dasar tersebut biasa bermain saat jam istirahat maupun sepulang sekolah. Veronica menjelaskan, sebagai umat Katolik, setiap pukul 12.00 WIB di sekolah itu dilakukan Doa Malaikat Tuhan. Sebab, sebagian besar siswa SD PL Gunung Brintik berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Sunaryo mengatakan, tantangan terbesar mengajar di sekolah tersebut justru bukan hantu atau area pemakaman yang menyeramkan, melainkan motivasi belajar siswa.
Source: Jawa Pos December 28, 2017 03:23 UTC