Jakarta, Beritasatu.com - Risiko peredaran obat ilegal, substandar, dan palsu semakin meningkat dengan meluasnya perdagangan online. Karena itu penanganan obat palsu terus menjadi perhatian serius dunia termasuk Indonesia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan, Indonesia berkomitmen memberantas obat substandar dan palsu guna memberikan jaminan akses obat yang aman, berkhasiat, serta bermutu kepada masyarakat. Strategi ini mengacu Strategi Penanggulangan Obat Substandar dan Palsu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tiga strategi ini merupakan bagian Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (Aksi Nasional POIPO) pada Oktober 2017 lalu.
Source: Suara Pembaruan October 28, 2019 01:52 UTC