Di desa ini Anda bisa menikmati bersepeda menelusuri pematang sawah yang hijau, sambil menikmati udara yang segar. Selain wisata sawah, Anda juga bisa melihat hewan ternak di rumah-rumah warga. Menurut Suweja, sebanyak 41 rumah di desa ini telah memanfaatkan biogas dari kotoran sapi dan babi untuk memasak. “Dulu kotoran ternak di desa ini jadi masalah, kini jadi sumber energi dan pupuk,” kata Suweja, pekan lalu. Pemanfaatan kotoran sapi ini membuat warga menghemat pengeluaran untuk gas hingga Rp 120 ribu per bulan.
Source: Koran Tempo October 27, 2019 15:22 UTC