Warga terpaksa melintasi jembatan yang belum jadi atau jembatan darurat itu dengan resiko kecelakaan. ”Saya terpaksa melintasi jembatan itu karena merupakan jalan penghubung Desa Sukanagalih dengan Desa Palasari,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Jawa Pos Group), Selasa (23/5). Bocah yang masih duduk dibangku kelas 5 SD itu merasa takut setiap melintasi jembatan darurat. Namun, karena tak ada pilihan lain dirinya memaksakan diri melintasi jembatan tersebut. Kepala Desa Palasari Jaya Wijaya mengaku sudah bertahun–tahun pasca jembatan itu roboh akibat bencana alam, baru tahun ini dilakukan pembangunan.
Source: Jawa Pos May 25, 2017 07:07 UTC