Gelar doktor itu dirai Grandprix Thomryes pada usia 24 tahun. Selama menyelesaikan program PMDSU, Grandprix Thomryes mendapat bimbingan dari Dr. Rino Mukti, Dr. Veinardi Suendo, Prof. Ismunandar, dan Dr. Dalam kurun waktu itu, Grandprix Thomryes mampu mempublikasikan tujuh jurnal ilmiah skala internasional. Sebelum dinyatakan lulus, Grandprix Thomryes sempat dicecar puluhan pertanyaan oleh para penguji. (Baca juga: Zeolit Antarkan Grandprix Thomryes Jadi Doktor Termuda di Indonesia)
Source: Kompas September 22, 2017 04:41 UTC