Brexit, Mundurnya Cameron dan Referendum Kemerdekaan Skotlandia - News Summed Up

Brexit, Mundurnya Cameron dan Referendum Kemerdekaan Skotlandia


Cameron, yang menyerukan warga Inggris untuk memilih bertahan di Uni Eropa, adalah tokoh yang menggagas referendum tiga tahun lalu. Dengan memilih keluar dari Uni Eropa, Inggris akan kehilangan akses terhadap pasar bebas dan harus merundingkan kesepakatan dagang baru dengan negara-negara lain. REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- David Cameron mengundurkan diri sebagai perdana menteri Inggris pada Oktober mendatang, setelah kelompok pendukung Brexit --keluarnya Inggris dari Uni Eropa-- menang dalam referendum yang digelar Kamis. Selain itu, Britania Raya juga berpotensi untuk terpecah belah mengingat Skotlandia, yang dua per tiga warga memiliih bertahan di Uni Eropa, meminta untuk referendum kemerdekaan yang baru. Cameron, yang telah menjabat sebagai perdana menteri selama enam tahun, mengatakan bahwa akan menjadi tugas pemimpin selanjutnya untuk memulai proses formal keluarnya Inggris dari Uni Eropa.


Source: Republika June 24, 2016 09:28 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */