Tapi, kalau melihat keluarnya Inggris dari UE terhadap industri keuangan syariah Indonesia, Irfan menilai dampaknya tidak akan terlalu besar. Untuk industri keuangan syariah global, beberapa negara terutama Timur Tengah yang telah menempatkan dananya dalam bentuk investasi keuangan syariah di Inggris, mungkin akan terkena gejolak. REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Industri keuangan syariah nasional dinilai tidak perlu mengkhawatirkan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) IPB Irfan Syauqi Beik membenarkan bahwa saat ini Inggris memang pusat keuangan syariah terbesar di Eropa. Oleh karena itu, para investor syariah tidak akan menarik dana dari Inggris.
Source: Republika June 23, 2016 14:48 UTC