JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) bersama para pemuka agama menyusun kurikulum ceramah untuk Pilkada damai dan anti politik berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, rencananya kurikulum ceramah Pilkada damai akan mulai disebarkan pada bulan ini. Khusus untuk umat Islam, kurikulum itu untuk mengisi khutbah shalat Jumat. (Baca juga: Empat Muda-mudi Dilantik Jadi Duta Pilkada Damai di Ogan Komering Ilir)Nantinya kurikulum ceramah Pilkada damai itu akan disalurkan oleh Bawaslu melalui organisasi-organisasi keagamaan yang kemudian akan disalurkan ke tempat-tempat ibadah. Rahmat mengatakan, kurikulum ceramah tersebut disusun agar tidak ada ceramah-ceramah yang bisa menyulut masyarakat sehingga berpotensi membuat situasi Pilkada menjadi panas.
Source: Kompas February 08, 2018 14:03 UTC