Sekitar Rp 90 triliun dari Rp 152,15 triliun yang dialokasikan merupakan utang pemerintah kepada BUMN, khususnya yang bergerak di bidang kelistrikan dan energi. Erick menyadari banyak pihak mempertanyakan stimulus pemerintah untuk BUMN yang dinilai cukup besar mencapai Rp 152,15 triliun. “Kemudian (pada) ribut, BUMN dikasih Rp 150 triliun,” kata Erick dalam diskusi online di Jakarta, Jumat (29/5). “Jangan lupa yang Rp 90an triliun (dari Rp 152,15 triliun) lebih ini utang pemerintah yang 3 sampai 4 tahun belum dibayar,” tegasnya. Erick menegaskan, cash flow PLN harus tetap sehat, sehingga tetap bisa melistriki masyarakat dan dunia usaha.
Source: Jawa Pos May 29, 2020 09:56 UTC