TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil yang menyebutkan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis atau setan menimbulkan menimbulkan perseteruan. Adil mengatakan Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di daerah Kepulauan Meranti. Berikut kronologi perseteruan Bupati Meranti versus Kemenkeu:Baca: Sri Mulyani: Peningkatan Cukai Dorong Indeks Kemahalan Rokok1. Bupati Meranti kecewa kepada Direktur Jenderal Perimbangan KeuanganDalam rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru, Adil menyatakan kecewa kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kemenkeu Lucky Alfirman. Pada sesi tanya jawab, Adil mempertanyakan ihwal dana bagi hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemenkeu.
Source: Koran Tempo December 12, 2022 14:21 UTC