Namun, keberlanjutan kenaikan tersebut akan bergantung pada apakah investor tetap memperlakukan emas sebagai lindung nilai utama, atau justru aksi beli mereda setelah penyesuaian posisi awal selesai dilakukan. “Emas sangat mungkin dibuka dengan lonjakan kenaikan yang signifikan ketika pasar Asia mulai diperdagangkan, mengingat intensitas eskalasi geopolitik. “Jika emas hanya sempat menembus level itu lalu kembali turun, maka itu menunjukkan aktivitas lindung nilai jangka pendek. “Emas kemungkinan memulai perdagangan Asia dengan lonjakan kuat, mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik dan peralihan ke aset yang lebih aman. Menurut dia, jika emas mampu bertahan di atas 5.450 hingga 5.500 dolar AS, maka hal itu menandakan pergeseran dari lindung nilai jangka pendek menuju strategi aset aman jangka panjang.
Source: Republika March 02, 2026 02:44 UTC