Utang tersebut mencakup tunggakan pembayaran mulai dari institusi finansial, pemasok komponen pembuat ponsel (supplier), hingga agensi iklan. Jumlah tunggakan ini kian membengkak setelah Lirong dikabarkan kehilangan duit senilai 10 miliar yuan atau lebih dari Rp 20 triliun di meja judi. Namun, belakangan Lirong membantah telah kehilangan uang dalam jumlah tersebut dan mengatakan "hanya" sekitar 1 miliar yuan (Rp 2 triliun) yang ludes karena berjudi. Total utang Gionee dilaporkan mencapai 17 miliar yuan (Rp 35 triliun). Sebanyak 10 miliar yuan (Rp 20 triliun) merupakan tunggakan ke bank, 5 miliar yuan (Rp 10 triliun) ke pemasok, dan 2 miliar yuan (Rp 4 triliun) ke agensi iklan.
Source: Kompas December 03, 2018 03:24 UTC