TEMPO.CO, San Fransisco – Chief Executive Twitter dan Square, Jack Dorsey, mengatakan perusahaan akan menjadikan 19 Juni atau yang dikenal sebagai Juneteenth sebagai hari libur permanen untuk menunjukkan dukungan kepada keberagaman ras. Twitter merupakan perusahaan micro-blogging yang didirikan Jack Dorsey bersama tiga orang temannya. Dorsey, yang dikenal dengan semangat pluralitasnya, mengumumkan ini pada Selasa malam waktu setempat terkait tewasnya seorang pria kulit hitam AS bernama George Floyd. Seperti dilansir CNN, aksi demonstrasi massal terjadi di berbagai kota AS untuk mengecam kasus tewasnya George Floyd. Sejumlah tokoh Partai Demokrat berlutut di Gedung Capitol untuk mengenang George Floyd dan mengajukan undang-undang mereformasi polisi di AS.
Source: Koran Tempo June 11, 2020 04:30 UTC