REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya mengatakan sembilan seruan Menteri Agama yang mengatur materi dakwah dinilai tidak tepat sasaran. “Yaitu dengan lebih awal membaca secara holistik problem akar dari radikalisme yang lahir di dunia Islam secara umum termasuk Indonesia di dalamnya,” ungkap Harist dalam keterangan tertulis pada Republika.co.id, Senin (1/5). Pertama, faktor rasa ketidakadilan baik dalam konteks domestik maupun global di dunia Islam yang perlu jawaban tuntas dan solusi. Menurut Harits, selama konstelasi dunia masih unipolar yakni ketika Amerika menjadi sumbu putarnya, maka Islam akan apatis dan pesimis keadilan global di dunia Islam akan terealisir. Selain itu, ia juga mengatakan, persoalan ekonomi yang bermartabat yang menjadi problem mendasar kemiskinan harus dapat segera diatasi.
Source: Republika May 01, 2017 03:22 UTC