REPUBLIKA.CO.ID,Jakarta — Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai dampak konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela terhadap Indonesia hingga saat ini masih terbatas, baik pada sektor pasar keuangan maupun komoditas. Meski demikian, masih terdapat risiko geopolitik yang berpotensi mengubah tatanan energi dan ekonomi global apabila konflik tersebut terus melebar hingga mengganggu pasokan minyak dunia. Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Deni Friawan mengatakan, risiko utama justru terletak pada kemungkinan eskalasi konflik yang melibatkan lebih banyak negara produsen energi. Deni menilai konflik AS–Venezuela tidak dapat dilepaskan dari rivalitas strategis dengan China. “Untuk menghindari hal tersebut, AS mencaplok Venezuela agar dolar tetap menjadi mata uang utama sekaligus mengamankan pasokan minyak,” tambahnya.
Source: Republika January 07, 2026 07:29 UTC