REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keterbatasan kapasitas penyimpanan atau storage menjadi tantangan utama dalam upaya memperbesar cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Persoalannya, kata Bahlil, bukan pada ketersediaan pasokan minyak untuk diisi, melainkan keterbatasan fasilitas penyimpanan. Bahlil mengatakan Presiden telah memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas storage baru guna memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil Lahadalia menyampaikan sudah ada investor dari luar negeri untuk membangun storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude) di Indonesia. Melalui pembangunan storage, pemerintah ingin menambah kapasitas maksimal penyimpanan minyak dari 25–26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan.
Source: Republika March 05, 2026 16:37 UTC