AntaraTEMPO.CO, Pasuruan - Syaiful Anam, anak salah seorang dari 12 jemaah haji asal Indonesia yang ditahan otoritas imigrasi Filipina, mengaku curiga dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah yang dipimpin Nurul Huda. "Kalau tahu ibu saya diberangkatkan dari Filipina, kami sekeluarga tidak akan mendaftar," katanya. Baca:Calon Haji Berpaspor Filipina, KBIH: Saya Akan Tanggung JawabKasus 177 Calon Haji, Pemilik KBIH Arafah Mengaku KorbanSyaiful mengatakan untuk mendaftarkan ibunya naik haji ke KBIH Arafah, dia bersama saudara-saudaranya harus patungan mengeluarkan uang Rp 145 juta. KBIH Arafah adalah satu dari tujuh biro perjalanan yang diduga terlibat dalam keberangkatan 177 calon haji dari Filipina. Mereka memberangkatkan sepuluh jemaah asal Pasuruan dan dua jemaah asal Sidoarjo.
Source: Koran Tempo August 25, 2016 14:13 UTC