REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan akan mundur pada Oktober mendatang, setelah mayoritas suara di Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. Namun, nyatanya 52 persen warga Inggris memilih untuk keluar Uni Eropa, sementara 48 persen lainnya memilih tetap. Cameron sebelumnya mendesak warga Inggris untuk memilih negara tersebut tetap menjadi bagian Uni Eropa. "Warga Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa dan kemauan mereka harus dihormati. Kemudian, ia mengatakan akan menyerahkan kepemimpinannya kepada perdana menteri baru saat konferensi Konservatif pada Oktober.
Source: Republika June 24, 2016 08:27 UTC