REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Finalis tunggal putri Daihatsu Indonesia Masters 2020, Carolina Marin, sempat menjadi seorang penari Flamenco. Tak ada dalam pikiran Marin kecil untuk menjadi seorang atlet bulu tangkis seperti sekarang ini. Namun takdir berkata lain, ia kini menjadi salah satu tunggal putri top dunia dengan benyak gelar yang terpajang di lemarinya. “Saya rasa, saya memilih bulu tangkis karena sungguh enjoy untuk bermain di dalamnya,” kata Marin, dalam konferensi pers, di Istora Senayan, Jakarta, pekan lalu. Selain emas olimpiade, Marin juga mempersembah gelar bergengsi lainnya, yaitu tiga emas Kejuaraan Dunia yaitu pada 2014, 2015, dan 2018.
Source: Republika January 20, 2020 20:15 UTC