PORT BLAIR, KOMPAS.com - Sebuah catatan dari pria Amerika Serikat (AS) yang diduga dibunuh Suku Sentinel ungkap kehidupan sosial suku paling berbahaya di dunia itu. Baca juga: Jurnal Pria AS Ungkap Kontak dengan Suku Sentinel Sebelum DibunuhDiwartakan Hindustan Times Jumat (30/11/2018), catatan itu kemudian dibagikan ke para antropolog guna menemukan cara dalam mengamankan jenazah Chau. Berdasarkan catatan tersebut, pada 15 November pagi hari waktu setempat, Chau bertemu dengan seorang pria yang kelihatannya seperti pemimpin suku. Baca juga: Jenazah Pria AS yang Tewas di Pulau Sentinel Akhirnya Tak Bisa DiambilSetelah tsunami yang terjadi pada 2004 silam, New Delhi menggelar pantauan udara dan mengestimasi jumlah Suku Sentinel mencapai 40-200 orang. Dalam pandangan polisi, upaya mengambil kembali jenazah Chau berpotensi menimbulkan korban baik dari aparat maupun Suku Sentinel.
Source: Kompas November 30, 2018 07:30 UTC