Diana Karmilah, 41 tahun, peneliti Syarikat Indonesia menuturkan bagaimana kendala membangun kerekatan kembali hubungan para korban kekerasan 1965, juga dengan masyarakat sekitarnya. BACA: Jaksa Agung: Rekonsiliasi Satu-satunya Solusi Tragedi 1965Di Syarikat, tugas Dianah membantu proses rekonsiliasi kultural awalnya adalah mendatangi, mewawancarai, dan mengumpulkan ibu-ibu yang terlibat maupun yang dituding terlibat PKI. BACA : G30S 1965 dan Gagasan Membangun Rekonsiliasi di Basis PKIKisah itu membuat banyak orang yang hadir terperangah. Tapi justru para penyintas yang sudah tua-tua itu yang menenangkan," kata Dianah. Dianah pun pindah ke Yogyakarta sejak 2009 lalu dan melanjutkan kegiatan advokasi di Syarikat Indonesia dan lembaga swadaya masyarakat lainnya.
Source: Koran Tempo September 30, 2017 16:06 UTC