Peluru tentara kala itu mengenai anggota tubuh Kiai Asyiq yang menyebabkan dia lumpuh dan harus dilarikan ke pusat kesehatan yang terletak di Kecamatan Sangkapura. Sepekan setelah perisitwa ini, tepatnya pada 1952, Kiai Asyiq Mukri berpulang. Untuk diketahui, selain berdakwah KH Asyiq Mukri juga bercita-cita ingin membangun dan memajukan masyarakatnya agar bisa mandiri dan tidak bergantung pada pemerintah. Dia telah merencanakan konsepnya dengan sistematis dan logis, yakni mengawali dengan sebuah upaya mendirikan sebuah organisasi atau badan ekonomi yang bergerak di bidang sektor usaha. Niatnya untuk memajukan kampung halaman justru harus menuai kecaman dan fitnah.
Source: Republika October 05, 2022 15:17 UTC