Namun, pada 2020 platform media sosial tersebut juga menjadi tempat untuk tetap terhubung satu sama lain tengah pembatasan sosial pandemi Covid-19. Selama 2020 tagar #COVID19 dan #dirumahaja tercatat ramai dicicitkan warganet. Tagar terpopulerTidak mengherankan jika #COVID19 dan #dirumahaja masuk sebagai tagar yang banyak digunakan di Twitter tahun ini. Tagar #COVID19 (serta berbagai tagar terkait lainnya) sudah dicicit sebanyak 400 juta kali secara global. Sementara, #gagalkanomnibuslaw (beserta beberapa tagar terkait lainnya) menjadi tagar yang paling banyak dibicarakan di Twitter dan dikenal sebagai gerakan sosial untuk membatalkan disahkannya Omnibus Law.
Source: Republika December 20, 2020 19:18 UTC