JawaPos.com – Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus menanggapi kerugian yang dialami Pertamina pada Semester I 2020 sebagai hal wajar. Pertamina mengalami rugi bersih sekitar USD 767,91 juta atau minus 0,77 atau sekitar Rp11,31 triliun (pada kurs Rp14.500 per dolar AS). “Jadi kalau dibandingan dengan semua perusahaan besar dunia, rugi bersih Pertamina itu terendah,” tambahnya. “Kerugian Pertamina juga disebabkan oleh penuruan dan fluktuasi nilai tukar dan harga minyak mentah dunia juga menyumbang terhadap kerugian. “Meskipun rugi, Pertamina tetap bertanggung jawab meneruskan tugas-tugas konstitusionalnya melayani rakyat melalui ketersediaan energi.
Source: Jawa Pos August 27, 2020 12:52 UTC