PARIS, KOMPAS.com - Hanya dalam waktu dua minggu, Eropa telah menderita empat serangan yang diklaim oleh kelompok jihad Negara Islam, masing-masing dua di Perancis dan Jerman. Kelompok ISIS yang berbasis di Raqqa, Suriah, mengatakan, Bouhlel ditugaskan untuk melakukan serangan "demi menanggapi seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi" yang memerangi kelompok jihadis di Irak dan Suriah. Kantor berita Amaq yang dekat dengan kelompok ISIS juga melaporkan bahwa pria imigran Suriah itu adalah seorang “tentara” ISIS. Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan, kedua penyerang mengaku dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Serangan paling dahsyat yang diklaim kelompok ISIS terjadi di Nice, Perancis selatan, tepat pada Hari Bastille atau Hari Nasional Perancis, 14 Juli lalu.
Source: Kompas July 26, 2016 14:50 UTC